Jakarta –passNEWS.ID | PT Jasa Raharja menggelar kegiatan kolaboratif bertajuk “Ngobrol Keselamatan Lalu Lintas bareng Komunitas” dengan menggandeng Korlantas Polri sebagai narasumber utama. Langkah proaktif ini diambil untuk memperkuat sinergi dan membangun budaya keselamatan berkendara di kalangan komunitas pengemudi, baik online maupun konvensional.
Acara ini berfungsi sebagai ruang diskusi sekaligus edukasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam ekosistem keselamatan jalan raya—mulai dari aparat kepolisian, pihak rumah sakit, hingga para pengemudi yang beraktivitas di jalanan setiap hari.
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa komunitas pengemudi memiliki peran krusial dalam membangun kesadaran keselamatan lalu lintas. Berada di jalanan setiap hari membuat mereka menjadi mata dan telinga yang efektif untuk mempercepat penyampaian informasi saat terjadi kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, Jasa Raharja secara resmi menyosialisasikan fitur Lapor Laka pada aplikasi JRKu. Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan publik untuk mempermudah masyarakat melaporkan kecelakaan secara cepat dan terintegrasi.
“Penanganan golden period (periode emas) bisa menjadi titik krusial untuk menekan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Komunitas yang setiap hari berada di jalan raya bisa menjadi first responder untuk memberikan informasi ini lebih cepat,” ujar Awaluddin.
Fitur ini juga diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat atau keluarga korban yang sering kali bingung mengenai langkah awal yang harus dilakukan saat kecelakaan terjadi.
Pada kesempatan yang sama, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho menyatakan bahwa keselamatan jalan raya bukanlah tugas satu instansi saja, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mengapresiasi lompatan digital yang dilakukan Jasa Raharja.
“Fitur Lapor Laka di aplikasi JRKu ini sangat bagus dalam lompatan layanan digital, tinggal nanti kita bisa sama-sama sempurnakan. Intinya, bagaimana kita bisa melayani masyarakat secara bersama-sama,” ungkap Agus.
Dukungan serupa datang dari dunia medis. Direktur Nonmedik RS Husada, dr. Fushen, M.H., M.M., FISQua, menjelaskan bahwa kecepatan informasi sangat membantu pihak rumah sakit dalam mempersiapkan tindakan penyelematan secara presisi.
Menurutnya, fitur JRKu ini mampu memangkas birokrasi dan waktu pelaporan yang selama ini sering menghambat. Melalui optimalisasi penanganan di periode emas (golden period) tersebut, kecepatan laporan ini memastikan korban langsung mendapatkan tindakan medis yang tepat, sehingga secara otomatis memperbesar peluang keberhasilan penyelamatan jiwa.
Perwakilan pengemudi dari berbagai lini menyambut baik inovasi ini. Dwi Susanti, salah satu perwakilan mitra pengemudi online, menyatakan siap berkontribusi aktif di lapangan menggunakan aplikasi tersebut. “Sangat mendukung dengan adanya fitur di aplikasi JRKu ini. Semoga JRKu bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Direksi Jasa Raharja, Direktur Administrasi dan Keuangan RS Pelni Fauziah Ferryna, Kabid Yanmedwat RS Polri Tingkat I Kramat Jati Kombes Pol. dr. Budi Satria, M.Sc., Sp.PD, Kepala Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah, serta perwakilan komunitas pengemudi dari Gojek, Grab, Maxim, inDrive, Xanh SM, dan Bluebird Group.

















