Kutai Barat, passNEWS.ID | Perayaan Hari Ulang Tahun ke-5 Musisi Kutai Barat berlangsung meriah di Alun-Alun Itho, Sendawar, Kutai Barat, Sabtu malam (23/8).
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 14.00 hingga 18.00 WITA. Meski digelar secara sederhana, acara tersebut tetap hangat dan penuh kebersamaan. Dimeriahkan oleh puluhan musisi/band di Kutai Barat.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu penampilan yang menyedot perhatian adalah Daniel Setiawan, penyanyi sekaligus pencipta lagu asal Kutai Barat yang kini berkiprah di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Daniel membawakan dua lagu andalannya Untuk Apa Kau Berjanji dan Hanya Cinta yang Bisa, serta satu lagu rohani sebelum momen pemotongan tumpeng.
Dengan kostum khas berupa sayap putih yang melambangkan semangat serta kehadirannya kembali di panggung musik, Daniel menegaskan eksistensinya di tengah dinamika industri musik nasional.
“Terima kasih untuk Ketua Musisi Kutai Barat, Bang Anto, yang telah mengumpulkan musisi lintas genre. Terima kasih juga kepada semua pihak yang mendukung karya saya, sejak awal di Kutai Barat hingga bisa berkiprah di Jakarta,” ujar Daniel dari atas panggung.
Daniel juga menyampaikan rasa syukur kepada sosok-sosok yang pernah mendukung perjalanannya, seperti Bang Ticen, komunitas Leh Uga yang kala itu dipimpin Bang Anto, serta Horizon Project bersama Gregor dan rekan-rekan yang mendukung peluncuran lagu Untuk Apa Kau Berjanji.
Momen ini semakin berkesan karena bertepatan dengan akhir masa jabatan Bang Anto sebagai Ketua Musisi Kutai Barat. Dalam prosesi pemotongan tumpeng, ia menitipkan pesan agar para musisi Kutai Barat tetap solid dan saling mendukung.
Suasana semakin hangat berkat MC Mas Dian, yang dikenal dekat dengan Daniel. Sang penyanyi pun mengingat kembali dukungan Mas Dian dan rekan-rekan ketika dirinya menghadapi komentar miring saat merilis lagu di media lokal.

“Semua itu tidak akan saya lupakan. Hari ini bisa kembali bertemu dengan beliau adalah sebuah kebahagiaan tersendiri,” tutur Daniel dengan haru.
Di akhir penampilannya, Daniel berpesan kepada seluruh musisi Kutai Barat: “Teruslah berkarya, saling merangkul, jangan menjatuhkan satu sama lain. Jadikan wadah ini sebagai tempat mempersatukan insan musik di Kutai Barat.”
Acara ditutup dengan doa dan kebersamaan, menjadi bukti bahwa musik tetap menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan banyak perbedaan.

















